Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Sabtu, 10 Januari 2009

Ungkapan kata cinta ku..

KATA - KATA KU TENTANG SEMUA........

“..Engkau takkan dapat menatap matahari, karena matamu tidak lebih besar daripadanya. Engkau takkan dapat menahan sinarnya, karena tatapan matamu tidak lebih tajam dari cercahnya. Tapi satuhal yang kutahu : Sekalipun kau memalingkan wajahmu darinya, ia tetap menatapmu, memberi kehangatan dihatimu, dan kecerahan dalam segala harimu…”

“..Sebelum kamu tidur biarlah bibirmu tersenyum manis, pejamkanlah matamu dan lepaskan segala bebanmu. Biarlah tubuhmu terbaring tenang. Segala yang terjadi sepanjang hari tadi biarlah berlalu. Janganlah kiranya air matamu mengalir karena kegagalan, tapi jadikanlah semuanya itu pelajaran. Tataplah kedepan dan lihatlah, : Segala yang baik akan menyertaimu…”


“..Seandainya engkau punya seribu permohonan dalam doamu saat ini - biarlah kiranya
satu dari seribu permohonan itu adalah untukku…”


“..Tidurlah dengan tenang seperti seorang anak dipangkuan ibunya. Air matamu akan kuhapus dengan tanganku, lukamu akan kubalut dengan rambutku. Tidurlah dengan tenang_sbab aku menjagamu, keselamatanmu adalah pertaruhan hidupku- tanganku menopangmu. Tidurlah dengan tenang_sbab jubahku menyelimutimu, dinginnya malam takkan mengusikmu. Tidurlah dengan tenang_sbab nyanyianku menghiburmu- doaku menyertaimu. Tidurlah dengan tenang_sbab letihmu tlah kuambil darimu, dan damai sejahtra penuh atasmu…”


“..Sebelum kamu tidur biarlah sedikit waktumu mengenangku, nyanyikan senandung pengobat rindu – kelembutanmu mendamaikanku…”

“..Banyak hal yang membuatku kecewa dan bersedih. Tapi satu hal yang kutahu, : Bahwa kau tersenyum untukku hari ini, dan membuatku melupakan semuanya itu…”


“..Kita pikir kita akan mampu - membangunkan matahari sebelum ia terbit. Padahal matahari sudah terbit sebelum kita menantikannya. Oleh karena cercah cahayanyalah kita terjaga- dan mengakhiri tidur kita, untuk memulai hari_dengan penuh sukacita , dan senyuman dan dengan segudang harapan…”


“..Kita sulit melupakan seseorang, karena dia menyentuh kita, dan ‘sentuhannya’ tepat di hati kita…”


“..Biarlah setiap perkataan kita membangun - buah pikiran kita adalah inspirasi - senyuman kita meredakan amarah - tatapan mata kita adalah semangat yang menyala - derap langkah kita adalah peneguhan bagi yang lemah - tangan kita adalah penopang - nyanyian kita adalah penghiburan,.’.Dan segala yang kita miliki adalah bagi orang lain, tapi bukan karena orang lain kita berbuat demikian - tapi karena itulah kita, cerminan dari segala yang ada dalam hati kita…”


“..Kita mencari sesuatu_tapi kita kecewa, karena apa yang kita cari tidak kita temukan. Padahal apa yang kita cari sebenarnya tidak ada, atau mungkin apa yang kita cari bukanlah milik kita…”


“..Embun pagi menyapamu - tapi kau diam saja. Matahari menatapmu - tapi kau
memalingkan wajahmu. Ayam berkokok memanggilmu - tapi kau mengacuhkannya.. Tapi kali ini akan yang datang, membawa segenggam air ditanganku - membasuh wajahmu, hingga kau terjaga dari tidurmu dan menyadari bahwa semua telah menantimu…”



“..Kita merasa sendiri - padahal kita berada dalam keramaian. Kita merasa terpenjara- padahal kita berada dalam kebebasan. Kita merasa gagal- padahal kita berada dalam kesuksesan. Kita merasa dalam keterpurukan- padahal kita berada dalam kejayaan… Tapi kita adalah orang-orang yang menang, karena kita dapat melangkah dalam dua hal yang berbeda sekaligus- namun kita masih dapat bertahan…”


“..Andai bumi dapat kugenggam - akan kuberikan kepadamu. Andai bintang dapat kugapai- akan kuserahkan kepadamu. Andai matahari dalam naunganku- itupun akan kupersembahkan kepadamu…Tapi segala yang besar- segala yang megah- dan segala yang berharga tidak ada padaku. Setitik kasih yang ada ditelapak tanganku itulah yang kupunya. Semua yang ada padaku akan kutaruh dikakimu, sebagai dasar tempatmu berpijak, dan sebagai dasar bahwa aku mengasihimu…”


“..Tadi seorang pengemis minta sesuatu kepadaku. Aku menatapnya dan berkata, :
“ Maaf, aku tidak punya sesuatu yang berharga untukmu, tapi yang kupunya hanyalah sebuah karung”? …Lalu pengemis itu bertanya, ; “ Mengapa kamu memberi karung padaku “? Aku berkata padanya, : “.. Aku punya seorang sahabat namanya……., Ia punya segudang kasih dihatinya. Nanti karungmu akan terisi penuh oleh senyumannya, dan kamu tak perlu mengemis lagi…”


“..Mungkin butuh sejuta kata untuk menafsirkan ‘ Cinta ‘, bahkan itupun tidak cukup. Karena cinta tidak dibentuk oleh sekumpulan kata-kata. Ia dapat berdiri tegak dalam kelemahan, berjalan dalam kebuntuan, dan berbicara dalam kebisuan…”



“..Satu kata yang indah tidaklah cukup untuk mewakili sebuah perasaan cinta. Karena cinta lebih dari sebuah kata, bahkan seribu kata indah sekalipun tidak dapat menyamainya. Tapi satu kata yang indah bisa jadi adalah sebuah cinta, karena ada rasa dalam kata itu - dan itulah yang membuat kata itu menjadi hidup…”


“..Saat terindah bersamamu - adalah ketika aku melihat dengan jelas matamu. Karena ketika aku menatapmu, aku melihat bayanganku ada dimatamu. Bahkan ketika kau menangis sekalipun - bayangan itu terlihat lebih jelas. Sekiranya engkau berkenan- ijinkan aku menghapus air itu dari matamu, agar bukan sekedar bayanganku saja yang ada didalam matamu, tapi aku sendiri secara nyata dihatimu…”


“..Kiranya hari ini kau tersenyum, bersukacita, dan penuh dengan damai sejahtra. Dan sekiranya orang-orang yang melihatmu, mereka akan berkata, : “ Sungguh hatiku bersuka karenanya…”


“..Bangun dan beranjaklah dari tempat tidurmu, keluar dan lihatlah - matahari telah tiba, ia menyapa kepada seluruh dunia, dan kepadamu juga…”


“..Perasaan hanya berbicara tentang hal-hal yang indah dan menyenangkan saja, tapi hati nurani berbicara tentang kejujuran dan kebaikan. mereka sering berjalan beriringan, namun kadang mereka berlawanan…”


“..Berikan aku satu saja dari sejuta senyuman yang kau miliki, maka aku akan berperang melawan kemarahanku, dan akulah pemenangnya…”


“..Basuhlah wajahmu dengan segenggam air yang kuberikan, lalu perhatikan apa yang terjadi…”

“..Engkau tidur dalam ketenangan - karena tubuhmu terbaring beralaskan kedamaian. Bibirmu tersenyum manis - karena hatimu berselimutkan kasih sayang, dan ketika engkau terjaga dari tidurmu - segala yang baik pun akan menantimu…”


“..Aku hendak memberi sekuntum mawar untukmu - tapi seketika aku mengurunkan niatku. Karena aku pikir ia akan layu dalam beberapa waktu, dan kau akan membuangnya. Namun biarlah ‘perkataan manis nan indah’ yang kupersembahkan, dan sekiranya kau mendengarnya – ia akan melekat dihatimu…”


“..Dan seperti matahari yang tidak pernah lupa untuk terbit dan terbenam, - dan seperti gelombang laut yang tak pernah berhenti, demikianlah aku mengenangmu dalam segala hariku…”

“..Indahnya sinar mentari diwaktu pagi – tidaklah dapat menyamai keindahan senyumanmu. Karena sinar hanya menyentuh bagian permukaan saja, tapi senyumanmu menyentuh hingga kedalam relung hati…”

“..Sekiranya engkau berkenan – ijinkanlah aku memetik sekuntum mawar dari taman hatimu, dan biarlah keindahanmu bersamaku dalam sepanjang hariku…”


“..Bintang malam bertabur dengan indahnya – cercahnya menghalau gelapnya malam – sinarnya menerangi jalan, hingga tak satupun sesuatu luput dari pandangan. Namun ada satu Bintang yang sungguh menggetarkan, cahayanya meneduhkan, dan terangnya mendamaikan…”


“..Engkau seperti pelangi dalam terang – awan mengiringmu dengan setia. Cahayamu memberi kehidupan bagi jiwa yang binasa - menuntun hati yang terhilang. Sinarmu meneduhkan bagai rembulan – menghapus air mata menjadi senyuman.
Kau…teruslah disini – masuklah kedalam jiwaku, dengarlah ratapku, berdiamlah dalam rasaku…”

“..Ingin rasanya aku membelaimu – dalam keheningan malam nan syahdu, merajut mimpi dalam kepastian. Ingin kucurahkan segala rasa – dalam senyum tak berkesudah, menenun harap dalam jiwa. Kan kuukir namamu dalam namaku – kusentuh ia dengan cinta sejati, kugenggam ia dalam sanubari …”
“..Rasanya sudah seribu tahun aku mengenalmu, - karena aku merasa dekat darimu. Engkau memberi jawaban lebih dari yang kupikirkan. Ketika aku terbata - bata dalam berucap - engkau menuntun lidahku, menghapus keluh dari jiwaku. Engkau berkenan mengajarkanku - sebuah bahasa lain yang belum aku ketahui, hingga aku mengerti segala perkataanmu. Sedemikian murninya hatimu - hingga aku sungguh mengagumimu, untuk mengerti segala hal tentang dirimu…”


“..Cinta sering membuat kita menangis.., namun oleh karena tangisan itu kita jadi bisa menghargainya…”

“..Aku berdiri didepan pintu rumahmu dan mengetuk. Sekiranya engkau berkenan – bukalah pintumu bagiku, bawa aku masuk dan menikmati indahnya rumah hatimu…”

“..Kekayaanmu membuatku ingin mencuri sesuatu milikmu. Kemurahanmu membuatku ingin meng-hargai sesuatu darimu. Keindahanmu membuatku ingin berdiam didekatmu. Kebaikanmu membuatku berbelas dihadapanmu.. Dan semua yang engkau miliki sungguh mempesonaku, karena semua bersumber didalam hati…”

“..Hingga saat ini tetap saja aku tidak mengerti, ombak membawa pergi nama yang ku tulis dihamparan pasir itu. Batinku bertanya, : mengapa dia membawanya dan kapan dia akan kembali..? Tapi dia hanya diam, karena memang dia tidak dapat berbicara…
Ombak datang dan pergi tanpa tahu untuk apa dia melakukan itu, tapi Cinta juga datang dan pergi – namun ia mengerti mengapa ia berbuat demikian…”



“..Sekalipun seluruh dunia membecimu – aku akan mengasihimu, sekalipun seluruh dunia menghakimimu – aku akan membelamu, sekalipun seluruh dunia hendak memenjarakanmu – aku akan membebaskanmu, dan sekalipun seluruh dunia berhasrat membunuhmu – aku akan menyelamatkanmu..
‘Dan sekiranya seluruh dunia melakukan seperti apa yang kuperbuat bagimu, ‘siapakah aku dihatimu…”

“..Tak terlukiskan betapa indahnya hatimu – hingga seribu puisi pun enggan bersanding denganmu…”

“..Tak terbersit sedikit pun untuk menyakitimu – sebab kau terlalu lembut untuk disakiti, sebab tak mungkin aku menyakitimu – karena kau adalah bagian dalam diriku…”

“..Sedemikian halnya banyak pertanyaan yang kita terima sepanjang hari, seperti langkah – langkah yang kita lalui sepanjang waktu. Dan ketika kita telah tiba disuatu tempat yang kita harapkan – itulah jawaban dari semua pertanyaan itu…”

“..Sedetik bersamamu adalah pengalaman yang berharga bagiku, dan setiap detik takkan ada lagi yang tersiakan oleh karenamu…”

“..Bermusuhan denganmu mungkin saja lebih baik – daripada bersahabat dengan kebimbangan, berperang denganmu mungkin saja lebih bermakna – daripada berbicara dengan ketidakmampuan, dan binasa ditanganmu mungkin saja lebih terhormat – daripada kembali dalam kekalahan…”

“..Biarlah garda dan prisaiku menjagamu malam ini, tidurmu akan tenang – sebab tanganku menaungimu, nyanyianku memanjakanmu – sebab kelembutan hati adalah senandungmu..
Tak terhingga betapa akan bahagianya engkau – sebab mimpi indah menerbangkanmu dengan sayapnya, dan seluruh keindahan bersamamu dalam setia…”

“..Berapa ratus mil yang telah engkau lalui – atau berapa ribu mil yang telah engkau jalani, namun kakimu tak pernah letih, dan tubuhmu tak pernah mengeluh karenanya..’Sbab sesuatu yang engkau cari lebih berharga daripada semua pengorbananmu, dan setiap pengorbananmu adalah langkah awal dari kemenanganmu…”

“..Tak tergantikan betapa indahnya sang mentari itu – sinarnya takkan lekang oleh waktu.. sekarang ia telah tiba – menyapamu dengan lembut, menghangatkan jiwamu, dan menuntunmu sepanjang waktumu…”


“..Dalam gelap ia masih mampu bersinar – dalam dingin ia masih mampu menghangatkan, dalam sepi ia masih mampu berbicara..’Dan itulah Cinta – sanggup meruntuhkan hal yang tidak mungkin menjadi nyata, dan kali ini ia telah datang, memenuhi hatimu dalam sepanjang waktumu…”

“..Satu senyumanmu bisa memberi arti bagi orang yang menerimanya – sekiranya setiap hari engkau memberi satu senyum untuk seribu orang.. ‘dan apakah yang akan terjadi jika engkau melakukan itu disepanjang hidupmu…”

“..’Dan setiap hari adalah bahagia – karena hati adalah dasar dari semuanya..’Ia akan membalut lukamu – menyeka air matamu, dan memulihkan jiwamu…”

“..Satu hal – dua hal – ataupun mungkin segala sesuatu dapat berubah dalam waktu yang cepat – diluar dari apa yang kita pikirkan..’ Kita mencari sesuatu seakan-akan ada hal yang hilang dalam diri kita, padahal dengan seiring waktu yang berjalan kita telah menemukan banyak hal, dan itulah yang menuntun segala perjalanan kita…”

“.. Mengukir hari dalam hati seperti halnya aku memandangmu indah adanya…”

“..’Dan bintang – bintang akan menari serta bernyanyi untukmu, mereka hendak menyenangkan hatimu, menghapus letihmu, dan menemani malammu dalam damai…”

“..Kakimu telah jauh melangkah – namun perjalananmu belumlah usai, sebab apa yang engkau cari belum jadi milikmu, tapi ia sudah berada dihadapanmu - berdiri dalam kesempurnaannya…”

“..Takkan kubiarkan air matamu mengalir tersia – ‘kan ku seka ia dengan tanganku, dalam bejana jiwa ku taruh ia dengan lembut, dan oleh perantaraan waktu ia akan abadi didalam hati…”

“..Seperti sekuntum bunga ini yang takkan pernah layu oleh waktu - demikianlah aku memandangmu sempurna sepanjang masaku…”

“..Dan segala sesuatu mungkin saja terjadi – tapi janganlah kiranya damai itu pergi dari hatimu, sbab disanalah benteng pertahananku - tempatku berteduh…”

“..Tanpa kusadari aku telah bangkit dari tidurku – namun tetap saja aku masih merasa bermimpi, sbab sebuah nyanyian baru sungguh mendamaikanku – membisikkkanku seribu bahasa lain yang belum aku mengerti, dan dalam sejuta kebimbangan aku telah diteguhkan…”

“..Hapuslah air matamu dan gantikanlah dengan senyuman – lepaskanlah bebanmu maka bebaslah hatimu, sbab mata adalah pelita tubuh – dan hati adalah pelita jiwa..’Langkahmu akan lurus – kakimu takkan tersandung, dan janganlah kiranya hatimu menjadi bimbang – sbab cinta tlah melekat dihatimu…”

“..Sekiranya damai dan kemurahan hati penuh atasmu – berkenanlah untuk berbagi padaku, biar apa yang ada dihatimu – ada juga didalam hatiku…”

“..Sembuhlah lukamu dan nyanyikanlah senandung penuh Cinta, takkan pernah letih ia mengiringmu – tiap langkahmu dituntunnya, tanganmu dipegangnya erat..’ Sekalipun dalam tempat yang gelap ia takkan meninggalkanmu – hingga kau tiba ditempat dimana hatimu berpaut, sejak hari ini dan selamanya - ia akan bersamamu…”

“..Seperti salju yang terus membeku – demikianlah kau mengenangnya selalu, ‘Engkau memelihara keluh dihatimu – padahal sesuatu yang indah tlah menantimu. Ia hendak masuk kedalam hatimu, mengubah keluh menjadi sukacita – menghapus air mata menjadi senyuman, ia akan berdiam dihatimu – dalam segala hal, - dan dalam segala rasamu…”

“..Akankah nafas berhenti – dan masa berakhir, takkan ada lagi waktu ‘tuk berkata. Semua berlalu dan pergi begitu saja - jejak langkah terhilang, airmata mengering, Semua binasa dalam kesiaan, seribu puisi tak lagi berarti – sbab tak ada lagi senyuman, tiap kata menjadi hambar – sbab kau tak menyapa…”



“..Hatiku takut dan gentar – sbab aku ini sendiri dan terluka. Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang – biar aku dapat membalut lukaku dan mengejarmu.. - Janganlah bersembunyi dariku, sbab aku menantimu, - sbab hatimu adalah pelita bagi jiwaku...”

“..Seperti tanah kering yang merindukan hujan – demikianlah hati membutuhkan kasih. Tiap rintikan yang jatuh takkan mungkin kembali ke langit – seperti kasih yang takkan pernah kembali sia-sia, - sbab ia telah bersemi dihati yang tulus…”

“..Terkadang kita merasa jauh – padahal kita saling menatap dan menyapa. Betapa besar dan kuatnya tembok yang memisahkan – hingga saat ini tetap saja ia masih berdiri tegak. Sbab tangan tak mampu lagi menopang – dan kaki tlah letih melangkah..’Tapi percayalah ia akan runtuh tepat pada waktunya, bukanlah dengan tangan dan kaki yang melakukannya, melainkan dengan ‘perkataan hati yang tulus’ – maka ia akan runtuh..”

“..Aku hendak menawarkan sesuatu kepadamu – sebuah harapan baru yang belum pernah engkau ketahui – yang akan mengantarkanmu ketempat yang belum engkau lalui..
‘ Ikutlah dan berjalanlah bersamaku – sebab tanganmu kupegang erat, engkau akan melihat ribuan bintang menari untukmu, - dan sinarnya bernyanyi bagi hatimu…”

“..Sebab banyak orang yang berhasrat membunuhku – namun biarkanku bersembunyi dalam bayangmu, sebab kutahu ada damai disitu – jiwaku pun menjadi tenang, - sebab hatimu adalah prisai bagi jiwaku...”

“..Sungguh betapa bahagianya aku ketika kau tersenyum buatku – sebab senyummu memberi arti bagiku, - dan itulah yang menantikanku…”

“..Tidurlah lembayu senja – tidurlah dalam keharibaan kasih, seribu puisi terlantun manis ditelingamu – mengantarkanmu ketempat damai itu, tak ada lagi air mata – sedih pun enggan mendekat padamu – sbab hati penuh belaian kasih..
Dinginnya malam takkan menusuk tulangmu - sbab kasih dan damai sejahtra telah penuh atasmu, sejak saat ini ia akan berdiam dalam jiwamu -, ditempat perhentian hatimu…”

“..Sekali ini saja dengarkanlah aku, - tidakkah kau mengerti bahwa tubuh memerlukan pakaian dan hati membutuhkan kasih..
Berapa lama lagi kau akan berdiam – tidakkah kau melihat ada bayangan dihadapanmu, menari dan bernyanyi ia bagi jiwamu, penuhkan hasratmu dalam keabadian..
Dimanakah sejatimu itu – aku telah menemukanmu dalam mimpiku tetapi kau selalu saja bersembunyi – dalam gelap kau seakan menghilang, namun tetap saja terang itu mengejarmu dengan setia…”

“..Ditelapak tanganku telah tertulis namamu – seperti sebuah cincin yang selalu melekat dijari, dalam tanganku kan ku jagai kau terus – seperti air sungai yang terus mengalir, - dalam genggamanku keselamatanmu adalah pertaruhan hidupku…”

“..Sedapat mungkin jika hal itu berkenan kepadamu – maafkanlah aku.., biarlah perdamaian yang darimu ada padaku – sebab ku tahu itu sungguh berarti bagiku…”

“..Setiap kali aku mengingatmu adalah perjalanan panjang bagiku, - sebab kutahu namamu telah terukir indah dihatiku – melekat erat dalam setiap bayangku…”

“..Aku telah bangkit dari pembaringanku dan aku mengingatmu.. Tinggal sedikit lagi waktu maka semua akan berubah – rembulan tak lagi berkuasa - sbab mentari telah menghalaunya, ia akan menghanguskanmu seperti jerami dimusim kering..
Berapa lama lagi kau akan bertahan – sebab segala sesuatu akan menjadi nyata…”

“..Tak ada rasa yang tak bernilai – sebab semua berasal dari hati, tangan menopang, perkataan meneguhkan – namun hatilah yang merasakan.. ‘ ia berbicara ketika semua tak mampu lagi berkata, dalam duka dan bahagia ia selalu terdepan – seperti garda dan perisai perang – menghalau musuh tanpa gentar…”

“..Telah tiba saatnya untuk menyudahi hari – dalam tenang aku hendak membaringkan tubuh – hingga kedua mata terpejam penuh, - ‘ namun haruskah aku melupakanmu dan tidur tanpa mengenangmu.. -‘ seperti rembulan yang selalu hadir dimalam hari – demikian waktu yang berlalu akan penuh arti…”

“..Tanpamu aku lemah – sebab tanganku kau pegang erat, mengisi hari dalam suka dan sedihku, - dengan segenap hati aku mengasihimu…”

“..sebuah kebanggaan bagiku bisa mengenalmu – seperti matahari yang selalu menghangatkan, - demikianlah setiap orang yang memandangmu akan bersuka…”

“..Dengan sepenuh hati aku hendak mengenangmu – sebab setiap kali aku mengingatmu engkau menambahkan semangat bagiku, dalam keruntuhan hati aku hendak menghampirimu – menyapamu sebelum matahari menghardikku.. Dengan segenap nafas aku hendak melantunkan sebait bagimu – nyanyian baru dari hati yang merindu…”

“..Lebih dari nafas aku membutuhkanmu – sebab rasamu telah membangkitkanku dalam keruntuhan jiwa, lebih dari nafas kau membentuk hariku, - dalam seribu asa kau ubah hatiku – hingga tiap detik adalah harapan baru..- ’Seperti goresan kecil ditanganku, begitulah aku memandangmu – terukir indah tanpa pudar…”

“..mestinya kau telah disini – sebab aku telah menantimu dimasa perihku, telah kudirikan istana bagi jiwamu, kuukir lembut namamu dalam tiap sudutnya.. – ‘ sudilah sejenak saja kemari – memandang istana yang telah kubangun untukmu, dengan airmata telah ku lukis indah wajahmu - biar semua tahu bahwa engkaulah pemiliknya, - dan berkenanlah tinggal disini untuk selamanya, - nikmati harimu dalam segala keinginan hatimu…”

“..Sebab yang kumau adalah kau menjaga hatiku – aku mengenalmu seperti butiran mutiara didasar laut, dalam kegelapan kau selalu bersinar terang - sebab lebih dari semua itu tak ada pelita yang kutemui, - hingga saat ini hatimu adalah pelita tak tergantikan…”

“..Disaat kau tersandung dan kakimu terluka janganlah pernah menangis – mungkin itulah waktu terbaik bagimu untuk berhenti dan berteduh sejenak, sebab engkau telah memaksa diri untuk terus melangkah sementara kakimu belum sepenuhnya pulih..- biarkan hatimu tertegun sejenak – menatap segala sesuatu yang telah engkau raih, dan nikmatilah semuanya itu sebagai sebuah hadiah dari setiap pengorbananmu, - dan tinggal sedikit lagi waktu maka semua akan jadi milikmu…”


“..Telah kusadari segala sesuatu bisa terjadi – meskipun aku sendiri aku akan terus melangkah, sebab perjalananku ialah seperti sebuah peperangan – yang ada hanyalah maju dan mundur – tak ada kata menyerah dan berdiam, sebab pertaruhanku bukan hanya hidupku, tapi juga orang-orang yang ada dihati…”

“..aku hendak menentramkan jiwaku sebelum aku membaringkan tubuh – sebab tak ada yang lebih indah lebih dari hati yang tenang, dalam damai ada senyum – seribu nyanyian meruntuhkan duka..
‘ aku menjagamu hingga kedalaman hatimu – lebih dari hidup yang kumiliki adalah sebuah perebutan bagi kemenanganmu…”

“..Sementara aku menantikan fajar – biarlah hatiku penuh mengingatmu, seperti matahari yang terbit menghiasi pagi – demikianlah namamu adalah perhiasan jiwaku…”

“..Sebab perjalananku bukanlah tanpa arah – begitu besar harapan yang telah terukir dalam hati, tertulis lembut dilembar jiwa – biar tak terpudarkan oleh masa dan waktu, - sebab hati adalah lembaran jiwa dan airmata-lah yang menorehkannya – hingga tiap detik adalah harapan baru yang indah, - dan semua yang tertoreh dalam lembaran itu berasal dari kepenuhan hatiku…”


Mengkhayal berarti sesuatu yang indah. sebab indah pastilah berkhayal dengan apa yang akan aku lalui dan dengan siapa akan nantinya berakhir… mengeluh dengan banyak peluh tertatih dengan syarat isyarat dunia yang meluas…. Nan berkembang bak kembang tak akan selesai sampai aku memetiknya……’’

Akulah anak manusia dengan jemari jemari alam
Lukisan pun tidak akan tau siapa aku ,karena terdiam terpajang
Tapi lihatlah dengan kasat,jangan sampai bergemuruh runtuh
Andai aku gunung tiada aku luruh,andai aku lukisan tiada aku memudar.

Dan setiap langkah adalah indah,dan beribu jejak adalah hiasan hidup yang akan membuat ku tenang,hening dalam bening, yang ketika menyapaku sambutlah wahai dunia ,kejarlah jangan engkau melangkah misteri ini tidak akan mati…….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Comment..